Kasur Tua

 Tikus tikus kecil mungil berlarian,

Menggerogotiku bak makanan ringan,

Menggelitiki keempat kakiku bergantian,

Meniduriku tanpa belah kasihan.

 

Dimana kucing kucing itu?

Yang berjanji setia menjagaku,

Aku yang kini terurai bau,

Tiada berguna bagai sampah tak laku.

 

Aku yang dulu mewangi bunga,

Seprai lembut penghangat jiwa,

Kayu menulang kerasnya baja,

Kasur empuk nyamankan raga.

 

Kini semua berlalu,

Engkau tak lagi temani aku,

Disini menangis aku sendiri,

Aku kasur tua yang tak mampu berdiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s