Karang Taruna Jaya Kusuma Dari Oleh Untuk Masyarakat #bridgingcourse03

 

 

 

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang cenderung hidup bermasyarakat dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sebuah tujuan dengan berlandaskan asas kerjasama. Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyususnan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang orang dalam suatu kerja kelompok. Tanpa adanya unsur unsur pokok di dalam organisasi yang meliputi orang, tujuan, kerjasama, lingkungan, dan alat, maka jalannya organisasi tidak akan menjadi efektif dan terstruktur.

Salah satu bentuk organisasi yang berada di lingkungan terdekat dari penulis adalah Karang Taruna. Pendirian dan pengorganisasian KarangTaruna sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Peningkatan peranan karang taruna sejak pertumbuhannya dari tahun 1960 telah semakin nampak, dimulai dengan kegiatan rekreatif dan pelatihan sampai saat ini telah mengarah ke kegiatan produktif serta kegiatan usaha kesejahteraan sosial lainnya. Anggota Karang Taruna adalah pemuda berusia 17 sampai dengan 45 tahun menurut AD ART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga) Karang Taruna.

Lisa Lindawati mulai bergabung dengan Karang Taruna Jaya Kusuma sejak 2009. Karier pertamanya di organisasi sosial ini dimulai dengan  menjadi sekretaris sebelum sekarang menjabat sebagai ketua umum di Karang Taruna Jaya Kusuma. Menurut wanita kelahiran 7 Juli 1987 ini, Karang Taruna merupakan organisasi sosial yang berpartner dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial di masyarakat, khususnya level desa atau kelurahan. Di dalam struktur organisasi Karang Taruna Jaya Kusuma ini kurang lebih sama seperti pengurus harian biasa yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara, namun yang membuat Karang Taruna Jaya Kusuma ini berbeda karena di organisasi ini tidak mengenal sosok wakil ketua. Secara tugas dan fungsi wakil ketua di organisasi tersebut dinilai tidak effektif sehingga di tiadakan. Bermodalkan tujuh seksi yang terdiri atas masing masing koordinator dan anggotanya, Karang Taruna Jaya Kusuma berpedoman erat pada AD ART yang disesuaikan dengan lingkungan Desa Singosaren, Banguntapan, Bantul.

Salah satu program kerja unggulan dari Karang Taruna Jaya Kusuma ini adalah memberi kesempatan setinggi tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat desa segala usia yang membutuhkan akan pendidikan dasar. Hal ini dibuktikan dengan realisasi Pojok Baca yang merupakan perpustakaan mini untuk mengembangkan wawasan dan memberikan kebiasaan gemar membaca di lingkungan masyarakat sehingga masyarakat dapat lebih terbuka dengan segala arus informasi yang ada. Selain itu adanya penggadaan kejar paket B dan C, merupakan wujud kontribusi nyata pemuda Desa Singosaren yang tergabung dalam Karang Taruna Jaya Kusuma. Guru sebagai tenaga pendidik yang digunakan dalam mendukung program pendidikan berasal dari lokal area Singosaren itu sendiri, karena Karang Taruna Jaya Kusuma mengharapkan dari, oleh, dan untuk masyarakat Singosaren. Ada pula sanggar Sinau Bareng yang di gagas Karang Taruna Jaya Kusuma berupa sosialisasi pentingnya pendidikan, karena di lapangan pemuda usia sekolah bukan terkendala masalah ekonomi namun justru oleh jiwa pembelajar yang kurang. Butuh motivasi ekstra untuk mampu menyadarkan dari dalam diri mereka sendiri.

Manfaat Karang Taruna Jaya Kusuma menurut Lisa berdasarkan hasil wawancara langsung siang tadi adalah memberikan ruang untuk bertukar informasi pada masyarakat untuk membangun optimisme dalam diri masing masing pribadi guna membangun desa sendiri. Secara struktural, karang taruna berada di bawah kementrian sosial yang membawahi dinas sosial serta pemerintah desa. Sehingga dibutuhkan kerjasama dari seluruh bidang terkait organisasi  kepemudaan di Indonesia untuk bisa membawa karang taruna menjadi organisasi pemuda yang berguna bagi masyarakat.

Kondisi masyarakat Desa Singosaren, Banguntapan, Bantul yang berada di wilayah sub urban membuat tantangan tersendiri bagi Karang Taruna Jaya Kusuma, masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai nilai gotong royong meskipun berada secara teritorial sudah bukan lagi di pedesaan. Namun seiring berjalannya waktu terdapat masalah yang mulai muncul seperti terpaan kultur kota yang cenderung apatis dan kurang bijak. Dengan kendala yang tentunya berbeda dengan desa lainnya, Lisa berpendapat bahwa adanya konflik antar dusun yang terjadi masih dalam batas kewajaran. Dengan Karang Taruna Jaya Kusuma mereka berharap dapat mempersatukan setiap dusun di wilayahnya sehingga mencegah terjadinya konflik seperti tawuran karena bola atau bahkan wanita.

Untuk usaha dana, Karang Taruna Jaya Kusuma mengandalkan tiga sumber utama. Yang pertama adalah Anggaran Dana Desa, Donasi dari Perusahaan setempat beserta hasil penjualan produk karya dari pemuda, serta mengandalkan dana swadaya. Ada pula bentuk dukungan masyarakat pada Karang Taruna Jaya Kusuma, yaitu ikut serta menyediakan snack untuk kegiatan besar yang akan diadakan pada bulan yang akan datang, dengan menghadirkan Menteri Sosial. Dengan demikian dana yang ada dapat dialokasikan untuk hal lain selain konsumsi tentunya. Alumnus Delayota ini juga mengungkapkan bahwa adanya sangsi sosial dan kontrak sosial membuat kesadaran dari pemuda Singosaren untuk senantiasa mendukung program kerja dari Karang Taruna Jaya Kusuma.

Hingga saat ini, Karang Taruna Jaya Kusuma telah menjalin kemitraan dengan pasar komunitas, suara komunitas.com, bulletin rutin, serta rencana pengembangan open source blangkOn. Kemitraan yang mendukung arus informasi tersebut terus dikembangkan dan dipublikasikan melalui webnya di http://kt.jayakusuma.org.

Pesan dari Lisa yang hobi baca dan nonton ini sederhana, namun bermakna besar apabila benar benar di implementasikan dalam kehidupan nyata. Sebagai pemuda “Kenali masyarakatmu sendiri”. Dengan mengabdi kepada masyarakat menunjukkan kepedulian kaum muda pada Indonesia lewat langkah nyata di masyarakat sendiri. Benar sesuai apa yang dicita citakan bahwa organisasi pemuda itu dari, oleh, dan untuk masyarakat sendiri.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s